CEO Agate: Sebagian Besar Gamer Indonesia Cinta Produk dalam Negeri | lololo73.net

CEO Agate: Sebagian Besar Gamer Indonesia Cinta Produk dalam Negeri

-

Permainan Pengembang buatan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan perkembangan yang cukup cepat. Dibandingkan dengan satu dekade yang lalu, gambar "permainan Indonesia "cenderung bersinonim dengan permainan kasual sederhana di platform Flash. Sekarang ada banyak pengembang yang menunjukkan kualitas yang baik dalam hal visual, narasi, musik, dan menembus ke platform arus utama modern.

BACA JUGA: Mengenal IGRS! Sistem Rating Game dari Indonesia

Memang, kita harus mengakui bahwa tingkat kualitas masih dapat ditingkatkan lebih jauh, terutama jika kita menginginkan kualitas AAA seperti studio senior di Jepang atau Amerika. Tetapi semua itu tentu tidak instan, itu membutuhkan proses dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari para pemain permainan. Tak jarang kita melihat gamer yang kecewa melihat kualitasnya permainan Indonesia masih kalah dibandingkan permainan luar negeri.

Arief (kedua dari kiri) saat diluncurkan Permainan Esports King | Sumber: Ellavie I. A./Hybrid

Ini artinya mayoritas pemain permainan apakah Anda benar-benar tidak menyukai pengembang produk Indonesia di Indonesia? Belum tentu. CEO dan Co-Founder Agate, Arief Widhiyasa, mencoba mencari data respons konsumen yang ia kumpulkan dari berbagai sumber, seperti komentar media sosial, surel, pesan di kurir, ulasan, dan lain-lain. Total ada sekitar 150.000 komentar yang dia kumpulkan, dari hasil pencarian lebih dari 7.000.000 tanggapan pengguna Agate selama 2 tahun terakhir.

Arief kemudian menggunakan a alat untuk menganalisis apakah respons konsumen positif (mendukung), netral, atau negatif (membenci) produk mereka. Hasilnya ditemukan sebagai berikut:

  • 87,38% cenderung positif. Banyak pengguna yang memberikan dukungan.
  • 5,05% cenderung netral. Hanya mengejanya gameplay atau laporkan sebuah bug.
  • 7,57% cenderung negatif. Beberapa mengandung umpan balik tentang cara membuat permainan jadi itu lebih baik, tetapi ada juga yang benci.

Dari data ini Arief menyimpulkan bahwa meskipun ada konsumen lokal yang berkomentar negatif (datar) "Sangat benci" alias penuh kebencian), sebenarnya porsinya sangat sedikit. Lebih banyak pemain permainan Indonesia yang mencintai dan sangat mendukung pembangunan permainan produksi domestik.

Beberapa contoh komentar yang dikumpulkan oleh Arief | Sumber: Arief Widhiyasa

Arief kemudian menyarankan rekan-rekan pengembang lokalnya untuk menjaga antusiasme mereka untuk bekerja dan memastikan bahwa pada akhirnya semuanya akan baik-baik saja. Justru tugas mereka sebagai pengembang untuk selalu menghibur orang pengguna.

Dia berkata (diterjemahkan dari bahasa Inggris), "Ya benar, kita perlu menemukan audiens yang tepat untuk permainan membuat kita. Tetapi tidak ada gunanya merendahkan atau bahkan menyamaratakan suatu kelompok pemain permainan. Kami tidak melakukan yang baik untuk industri ini (permainan Indonesia), hanya kerusakan dengan bertingkah seperti itu. "

Celestian Tales: Beyond Realms, salah satu produk Agate yang akan diterbitkan tahun ini Sumber: Steam

Arief juga memberikan catatan khusus bahwa pengembang tidak bisa hanya meminta dukungan tanpa menghadirkan produk yang bagus. Pengembang Indonesia harus fokus pada peningkatan kualitas, sehingga suatu hari kita bisa sejalan dengan produk asing. Jika demikian, maka cinta pemain permainan lokal dan dukungan mereka akan secara otomatis datang sendiri.

"Pernyataan ‘Dukungan Gamer Indonesia & Suka Game Produksi Domestik’ ini dengan asumsi bahwa kami menghadirkan kepada mereka produk yang bila dibandingkan dengan produk yang saat ini ada di pasaran, memiliki kualitas yang layak / lebih baik; bukan dengan menghadirkan produk yang lebih buruk dan kemudian meminta dukungan, "pungkas Arief.

Recent posts

Project CARS 3 Janjikan Kemudahan Permainan untuk Gamer Pemula

Bandai Namco dan Slightly Mad Studios telah mengumumkan sekuel baru untuk seri ini Proyek CARS. Permainan rencananya akan dirilis pada musim panas 2020 (sekitar...

AMD Sebut GPU dengan VRAM 4GB Tak Lagi Relevan, Sarankan Upgrade ke 6GB Atau Lebih

Menurut posting blog yang ditulis oleh Adit Bhutani, spesialis pemasaran produk dari AMD, ia menjelaskan bahwa GPU dengan VRAM 4GB tidak lagi memadai untuk...

Dulu Dijuluki “Skyrim Killer”, Kingdoms of Amalur Kini Mendapat Versi Remaster

Siapa ini pemain permainan tanpa nama Skyrim? Sekuel nomor lima dari seri Gulungan tua itu adalah fenomena mengerikan yang mengubah wajah dunia video game....

Harapan yang Gamer Inginkan Setelah Pengenaan Pajak PMSE Setelah Pandemi Maupun saat Pandemi

Ketika pandemi seperti ini, pemerintah berusaha mencari jalan keluar serta penanganan yang lebih tepat sehingga pandemi ini di Indonesia berakhir, berbagai kebijakan telah dikeluarkan...

Sekuel Game Horor Korea The Coma Segera Hadir di PS4, Switch, Xbox One

Pembaca Gimbot yang suka permainan horor mungkin sudah tahu permainan berjudul horor Koma. Dibuat oleh perusahaan Pengembang Korea Devespresso Games, pada awalnya Koma hadir...

Popular categories

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Recent comments